Nama ; Wildan zainun nasiqin
NIM ; 100309141791
Prodi ; TMAB
Tempat,tgl lahir ; Nganjuk,29 januari 1991
Alamat ; Jl.gunung dub rt.5 no.4 salok api laut kec.samboja
No Hp ; 085652066670
Kegemaran ; Olahraga dan musikVISI DAN MISI POLTEKBA
Visi;
Menjadi institusi pendidikan tinggi unggulan untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi terapan di kawasan timur indonesia dengan menerapkan standar internasional dan melayani kebutuhan industri.
Misi;
1.Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan tinggi vokasi melalui pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian masysrakat yang mampu membekali lulusan dengan keahlian profesional berstandar nasional dan diakui di tinkat internasional
.
2.Mengembangkan sistem manajemen penjamin mutu dalam penyelenggaraan pendidikan. 3.Membentuk suasana akademi yang membutuhkan sikap dan komitmen kepemimpinan kewirausahaan, pengembangan diri terus menerus, serta tanggap terhadap perubahan.
TUJUAN POLITEKNIK BALIKPAPAN
1.Menghasilkan lulusan yang berkompeten sesuai kebutuhan industri dan atau kebutuhan masyarakat.
2.Menghasilkan lulusan yang mampu bekerja dalam bidang penelitian atau pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
3.Menghasilkan produk-produk inovatif yang dibutuhkan oleh masyarakat.
-PROBINMABA -
* hari pertama
kami para anaka laki-laki harus datang pagi-pagi dan dengan potongan rambut yang amat sangat menyebalkan , yaitu harus BOTAK !! wkwkwk :D
ternyata mukanya lucu semua termasuk aku , hahahahaha :D
nice it guys :)
ckckck :D
biar gak sesuai sama yg di beritahukan tapi acara Probinmaba tetap seru !
kita di beri pengarahan di gedung Elektronika dan motor di parkir di gedung Direktorat,dan kita ke gedung Elektronika harus jalan kaki,pastinya cape tapi ini sudah peraturan..
wakil wali kota Pak Rizal Efendi S.E yang membuka acara Probinmaba di Poltek..
pak Rizal banyak memberikan masukanseprti cerdas itu ada 3 hal dan di tambahkan oleh pak chairil yaitu ;
- Cerdas Emosional
-Cerdas Intelketual
-Cerdas Spritual
-Cerdas Karakter
-Cerdas Lingkungan
dan pak Rizal bilang Poltekba harus mempertahankan cirinya sebagai kampus "Hijau" dan kita harus mewujudkanya ..!
BALIKPAPAN MADINATUL IMAN
Walikota Balikpapan H. Imdaad Hamid, SE pada Rabu (03/02) membuka seminar dengan tema "Strategi dan Kebijakan Menyongsong Balikpapan Sebagai Kota Madinatul Iman",di Ballroom Hotel Tiga Mustika. Seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 113 Kota Balikpapan.
Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut adalah Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, MA, Prof. DR. H. Yunahar Ilyas Lc. M.Ag, dan Ustadz H. Hasan Firdaus. Pada seminar tersebut, Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas selaku narasumber, membedah konsep Balikpapan sebagai kota Madinatul Iman yang diharapkan agar seluruh warga Balikpapan memiliki perilaku mulia, baik dalam kehidupan pribadi,keluarga, dan masyarakat. "Jujur, amanah, tertib, disiplin, kerja keras, tepat waktu, dan bersih adalah diantara sekian ahklaq mulia dalam Islam dan bersifat universal," jelas H. Yunahar. Menurutnya untuk mengikuti ajaran itu seseorang tidak harus masuk Islam terlebih dulu. Religiusitas seseorang harus dibuktikan dengan perilaku dan ahklaq yang mulia terutama di ruang publik.
Pada sambutannya, Imdaad mengatakan bahwa konsep kota madinatul iman sering dipertanyakan apakah akan menjadikan Balikpapan sebagai kota agamis dimana warna keagamaan, corak religi satu agama mendominasi suasana kota. Imdaad menjelaskan bahwa Balikpapan madinatul iman adalah Balikpapan yang menjadi City of faith, kota yang didorong oleh semangat keyakinan, dorongan keimanan untuk menjadi lebih baik, maju dengan tetap bermartabat.
Menurut Imdaad, konsep Balikpapan Madinatul Iman merupakan tekad dan cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Balikpapan yang Beriman, di tengah Heterogenitas suku dan agama serta kemajuan zaman. Imdaad menyadari untuk mewujudkan Balikpapan Madinatul Iman tidaklah semudah membalik telapak tangan, namun harus disertai dengan tekad dan kerja keras serta dilaksanakan secara bertahap dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan yang lebih luas.
* hari kudua
tanggal 19 agustus 2010
seharusnya kami menanam pohon ( macul = b.jawa) tpi karena ada halangan maka di isi dengan kegiatan yang lain , dan menanam pohon di undur di akhir acara .
UNTUK PERUBAHAN MASADEPAN
Perbedaan negara berkembang dengan negara maju tidak tergantung pada usia negara tersebut. Contoh; India dan mesir yang usianya lebih dari 2000 thn,negara itu tetap terbelakang.Berbeda dengan Singapura,Australia,New zeland,negara itu usianya kurang dari 150 thn,tapi negara itu telah maju.
Ketersediaan sumber daya alam juga tidak menjadi jaminan negara itu maju atau tidak. Contohnya Jepang,negara itu memiliki 80% lahan pegunungan yang sangat tidak baik sebagai lahan pertanian,namun negara itu dapat maju dengan usaha lainnya. Negara itu mampu menciptakan mesin-mesin yang di eksport ke negara-negara lain.
Yang menyebabkan negara itu bisa maju bangkit dan berkembang karena negara itu mampu memanfaatkan kesempatan dengan baik,sumber daya manusia yang baik.Perbedaannya juga pada sikap masyarakat pada bidang kebudayaan dan pendidikan.
siang harinya kami panitia menyediakan permainan ,yaitu mata kami semua di tutup pakai kain yg gelap sehingga mata kita tidak bisa melihat apa-apa lagi .
kami di suruh membawa botol,paku,dan benang godam..
kami semua memakai taki di pingang kami masing-masing,dan tidarlah yang mengintruksikan kami untuk ke arah mana kami melangkah..
dan kelompok kami yang duluan memasukan paku dalam botol sempet bingung dan susah sepertinya memasukanya karena mata kami emua di tutup,tapi ternyata kami bisa dan yang pertama..
dan dari games ini dapet pelajaran kalau kita harus bekerja sama dan menjadi tim yang solid :)
lalu sore kami baru nanam pohon,setiap kelompok diwajibkan membawa tanah 10 karung beras 10 kg dan bawa cangkul,linggis,dan cetok..
di situ kami asyik mencangkul , hahha maklum lah keturunan wong ndeso . kwkwkwk :D
tanaman yang kami tanam harus hidup selama satu semester .
kalo seandainya tanaman itu mati sebelum waktu yang di tentukan , maka kami tidak akan lulus probinmaba tahap 1 ,
* hari ke tiga 20 agustus
-program kerja forum komunikasi jejaring pemagangan kota Balikpapan 2010 visi dan misi kota Balikpapan adalah menjadi kota industri prioritas pembangunan..
Pengembangan dari peningkatan infrastruktur perkotaan dan kualitas lingkungan hidup :
1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia
2.pengembangan perekonomian Daerah
3.Pengembangan Manajemen Daerah
Karakter dan Kecakapan
character building meningkatkan kepribadian
karakter orang dengan karakter atau watak yang kuat menunjukan Intergritas kematangan dan mentalitas kelimpahan.
jenis-jenis karakter :
1.cinta Tuhan dan Keimanan
2.Bertanggung jawab,disiplin mandiri
3.mempunyai amanah
4.mempunyai hormat dan santun
5.mempunyai rasa kasih sayang,peduli,mampu bejerja sama
6.percaya diri,kreatif,edan pantang menyerh
7.mem[punyai rasa keadilan dan sikap kepemimpinan
8.baik dan rendah hati
9.mempunyai toleransi dan cinta damai.
FORUM KOMUNIKASI JEJARING PEMAGANGAN KOTABALIKPAPAN THN 2010
1. Prioritas pembangunan
* Peningkatan kualitas SDM
* Pengembangan dan peningkatan infrastruktur perkotaan oleh lingkungan hidup
* Pengembangan perekonomian daerah
* Peningkatan manajemen daerah
2. Ketenaga kerjaan
* Balikpapan salah satu dari 14 daerah tingkat II di kalimantan timur dengan luas wilayah 5093 m2,dengan jumlah 208.601.392 jiwa.
* Perusahaan 1335
* Jumlah tenaga kerja 46.736 orang
3. Tujuan dari forum tersebut adalah
* Peningkatan sumber daya manusia di kota balikpapan
* Terbentuknya kesempatan kerja yang luas
SESUNGGUHNYA KESUKSESAN DINILAI DARI
SEBERAPA BESAR MANFAAT SESEORANG BAGI ORANG LAIN
Arti dan Peran Penting Karakter
Pengertian jati diri, karakter, jati diri bangsa dan wawasan kebangsaan
Penampilan seseorang secara utuh dapat digambarkan dengan suatu simbol yang berisi tiga lapis. Lapisan yang paling luar menunjukkan kepribadian yang ditampilkan keseharian (yang juga berisi identitas dan temperamen), lapisan kedua adalah karakter dan lapisan paling dalam adalah jati diri. Kepribadian yang kita tampilkan keseharian sering belum menampilkan karakter kita yang sesungguhnya. Mengenal karakter seseorang diperlukan waktu yang cukup lama untuk dapat mengetahuinya.
Pengertian dari jati diri, karakter, jati diri bangsa dan wawasan kebangsaan, dapat digambarkan dengan suatu bulatan yang berisi empat lingkaran.
Jati diri
Jati diri adalah siapa diri kita sesungguhnya, fitrah manusia, atau juga nur Ilahi yang berisikan sifat-sifat dasar manusia yang murni dari Tuhan yang berisikan percikan-percikan sifat Ilahiah dalam batas kemampuan insani diberikan sewaktu lahir. Ini tentunya merupakan potensi yang dapat memancar dan ditumbuhkembangkan selama persyaratannya dipenuhi. Persyaratan tersebut adalah hati yang bersih dan sehat. Di mana hati adalah tempat berseminya jati diri. Jika hati kotor dan penuh penyakit, maka jati diri tidak dapat memancar apalagi ditumbuhkembangkan jati diri dan karakter yang akan melandasi sikap dan perilaku kita.
Pada pengembangannya, jati diri merupakan totalitas penampilan atau kepribadian seseorang yang akan mencerminkan secara utuh pemikiran, sikap dan perilakunya. Sehingga seorang yang berjati diri bisa menampilkan siapa dirinya yang sesungguhnya tanpa menggunakan kedok/topeng dan mampu secara segar dan tegar tampil dengan keadaan yang sebenarnya dengan mengintegrasikan antara jatidiri, karakter dan kepribadiannya. Dengan kata lain orang yang berjati diri akan mampu memadukan antara cipta, karsa dan rasanya. Sementara orang Indonesia sekarang baru mampu menampilkan cipta dan karsanya, dimana rasanya belum ditampilkan yang justru terdapat karakter maupun jati diri seseorang.
Karakter
Karakter memang sulit didefinisikan, tetapi lebih mudah ditangkap melalui adanya uraian (describe) berisikan pengertian. Karakter menurut Sigmund Freud adalah
Character is a striving system which underly behaviour,
yang saya artikan sebagai kumpulan tata nilai yang mewujud dalam suatu sistem daya dorong (daya juang) yang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku, yang akan ditampilkan secara mantap.
Karakter merupakan aktualisasi potensi dari dalam dan internalisasi nilai-nilai moral dari luar menjadi bagian kepribadiannya.
Karakter merupakan nilai-nilai yang terpatri dalam diri kita melalui pendidikan, pengalaman, percobaan, pengorbanan dan pengaruh lingkungan, menjadi nilai intrinsik yang melandasi sikap dan perilaku kita.
Jadi, karena karakter harus diwujudkan melalui nilai-nilai moral yang dipatrikan untuk menjadi semacam nilai intrinsik dalam diri kita, yang akan melandasi sikap dan perilaku kita, tentu karakter tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus kita bentuk, kita tumbuh kembangkan dan kita bangun.
Keterkaitan antara jati diri, karakter dan perilaku sebagai suatu proses dapat digambarkan sebagai berikut; berawal dari jati diri yang merupakan fitrah manusia yang mengandung sifat-sifat dasar yang diberikan oleh Tuhan dan merupakan potensi yang dapat memancar dan ditumbuhkembangkan. Dapat kita gambarkan bahwa jati diri yang merupakan potensi itu adalah dapat disamakan dengan sebuah batu permata yang belum terbentuk, yang perlu dipotong, diasah dan digosok untuk dapat memancar sebagai permata yang bersinar. Memotong, mengasah dan menggosok adalah wujud dari pembangunan karakter, dimana ada pengaruh lingkungan, ada upaya mengaktualisasikan potensi dari dalam serta adanya internalisasi nilai-nilai dari luar. Ini yang akan menghasilkan karakter atau batu permata yang bersinar secara cemerlang. Karakter inilah yang akan melandasi sikap dan perilaku kita yang dapat menghasilkan tampilnya perilaku seperti budi pekerti ataupun akhlak maupun penampilan bermoral yang memiliki daya juang untuk mencapai suatu tujuan yang mulia.
Jadi, seorang yang berkarakter tidak cukup hanya sebagai seorang yang baik saja, tetapi orang berkarakter adalah orang yang baik, mampu menggunakan nilai baik tersebut melalui suatu daya juang mencapai tujuan mulia yang dicanangkan.
Kalau karakter tidak kita bangun, maka rongga yang ada sebagai tempat landasan sikap dan perilaku dapat diibaratkan akan diisi oleh hawa nafsu bahkan mungkin setan yang merajalela. Bisa dipertanyakan apakah itu yang sekarang sedang terjadi di negara kita?
Jati diri bangsa
Jati diri manusia merupakan sesuatu yang terberi (given), dari Tuhan pada waktu kelahiran dan merupakan fitrah manusia. Berbeda dengan jati diri suatu bangsa, yang lahir dari pilihan sekumpulan individu yang mengelompok dan bersepaham untuk mendirikan suatu bangsa.
Kelahiran bangsa Indonesia berawal ketika The Founding Fathers kita mencanangkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, dengan merubah identitas ke-kami-an menjadi ke-kita-an menjadi suatu bangsa Indonesia. Jati diri bangsa adalah suatu pilihan, dimana jati diri bangsa Indonesia merupakan pencerminan atau tampilan dari karakter bangsa Indonesia. Karakter bangsa merupakan akumulasi atau sinergi dari karakter individu anak bangsa yang mengelompok menjadi bangsa Indonesia. Dimana karakter bangsa akan ditampilkan sebagai nilai-nilai luhur yang digali dari kehidupan nyata oleh founding fathers dirumuskan dalam suatu tata nilai yang kita kenal sebagai Pancasila, sehingga jati diri bangsa Indonesia adalah Pancasila.
Disamping itu jati diri bangsa dapat menampilkan tiga fungsi, yaitu :
Penanda keberadaan atau eksistensinya (Bangsa yang tidak mempunyai jati diri bangsa tidak akan eksis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara)
Pencerminan kondisi bangsa yang menampilkan kematangan jiwa, daya juang dan kekuatan bangsa (Ini akan tercermin dalam kondisi bangsa pada umumnya dan kondisi ketahanan bangsa pada khususnya)
Pembeda dengan bangsa lain di dunia (Di sinilah harus tampak makna Pancasila sebagai yang harus bisa kita banggakan dan unggulkan, yang merupakan pembeda dari bangsa-bangsa lain di dunia)
Wawasan kebangsaan
Sementara itu, wawasan kebangsaan adalah cara pandang kita terhadap diri sendiri sebagai bangsa yang harus mencerminkan rasa dan semangat kebangsaan (karakter bangsa) dan mampu mempertahankan jati dirinya sebagai bangsa, yaitu Pancasila, sedang dalam kaitan bernegara kita memiliki: UUD 45, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan pemahaman tentang geografi negaranya yang adalah negara kepulauan.
Dari uraian keterkaitan jati diri, karakter, jati diri bangsa dan wawasan kebangsaan, maka dapat disimpulkan bahwa wawasan kebangsaan memposisikan bangsa secara futurologis pada jangkauan waktu jauh kedepan harus realistik, creadible dan workable. Pencanangan wawasan kebangsaan seperti ini hanya bisa dilakukan oleh suatu bangsa yang tahu siapa dirinya atau bangsanya, harus dapat menampilkan jati dirinya yang mantap. Kalau wawasan kebangsaan dicanangkan oleh suatu bangsa yang belum mantap jati dirinya sebagai bangsa, maka wawasan kebangsaan akan hanya merupakan suatu wacana belaka atau suatu intelektual exercise yang tentunya kurang bermanfaat. Sebaliknya jati diri bangsa akan mencerminkan atau merupakan pancaran karakter bangsa yang berasal dari segenap anak bangsa yang memiliki jati diri dan mau serta mampu membangun jati dirinya yang berarti membangun karakternya, untuk secara bersama dengan anak bangsa yang lain membangun karakter bangsanya.
Arti dan peran penting karakter
Untuk membangun kembali atau mewujudkan jati diri bangsa yang merupakan pancaran atau tampilan karakter bangsa, kita harus bisa menyepakati terlebih dahulu tentang arti dan peran penting karakter serta pemahaman membangun karakter untuk dapat melakukan kegiatan membangun kembali jati diri bangsa.
Sebagai suatu gambaran:
Bangsa yang maju dan jaya
tidak semata-mata disebabkan oleh
kompetensi, teknologi canggih ataupun kekayaan alamnya,
tetapi utama dan terutama karena
dorongan semangat dan karakter bangsanya.
hal ini dapat kita lihat antara lain di negara Jepang, Korea Selatan, Cina, Inggris dan sebentar lagi di Vietnam.
Saya sampaikan sekarang kata bijak yang kedua yaitu:
Peran karakter bagi diri seorang manusia
adalah ibarat kemudi bagi sebuah kapal.
Karakter adalah kemudi hidup
yang akan menentukan arah yang benar
bahtera kehidupan seorang manusia.
Bangsa Indonesia telah membuktikan kebenaran bahwa bangsa maju dan jaya karena dorongan semangat dan karakter bangsanya, maupun kebenaran kata bijak yang mengatakan bahwa karakter adalah kemudi hidup dengan apa yang kita lihat ;
1908 menjadi Hari Kebangkitan Nasional,
1928 menjadi Hari Sumpah Pemuda,
1945 Proklamasi Kemerdekaan.
Padahal, founding fathers kita yang pada waktu itu adalah pemuda, yang hidup di dalam negeri yang dijajah, dapat melakukan semua itu karena modalnya adalah dorongan semangat dan dimilikinya jati diri dan karakter yang ditempa dalam masa penjajahan. Sekarang kita hidup di tahun 2007 menjelang di tahun 2008 kita memperingati 80 tahun Hari Sumpah Pemuda dan 100 tahun hari kebangkitan nasional, apakah tidak menunjukkan bahwa keadaan kita dalam keadaan yang benar-benar dan sungguh-sungguh memprihatinkan, untuk tidak dikatakan sebenarnya berada di ujung tanduk.
Mengacu pada tata nilai yang kita pakai yang mengatakan bahwa when character is lost everything is lost, maka dari uraian di atas yang dapat kita simpulkan bahwa: bangsa yang didorong oleh karakter bangsanya akan menjadi bangsa yang maju dan jaya, sedangkan bangsa yang kehilangan karakter bangsanya maka bangsa ini akan sirna dari muka bumi.
setelah selesai acaranya ,
kami di panas-panasin , karena ada acara out bond ,
yang pertama kami dapat giliran memasukkan ban mobil ke tiang , dan ban tidak boleh sampai menyentuh tiang tersebut , itu juga pakai kayu yang telah di sediakan panitia ,
di situ kami juga mengambil hikmah dari kegiatan tersebut , kami menjadi lebih kompak lagi ,
setelah selesai kami semua sholat ashar berjamaah dulu selagi nunggu yang lain menyelesaikan kugiatan out bondnya ..
setelah sholat kami lanjutkan permainan kembali ,,
kami dapat giliran flying fox ,
tapi ternyata msih banyak antrian di situ , ada beberapa kelompok .
dan kelompok kami yang terakhir ,
karena waktu juga tidak mencukupi maka kelompok kami tidak jadi flying fox. nassib , memang kelompok AUTIS ini kaya di anak tirikan ,
sampai di sana kami di kumpulkan di aula untuk mendengarkan Quantum learning dan manajemen waktu di isi oleh Bapak Abdul Rohim dan Pak Ali..
kebanyakan anak-anak sekarang :
1.tidak tahan godaan
2.free sex
3.tidak ada panutan
4.bloon
konsep orang sukses adalah 3K yaitu :
1.Kompetensi
2.KOnstribusi
3.Keimanan
yg terbaik antara manusia adalah yang paling bertaqwa,dan kesuksesan itu hanya akan terjadi apabila orang itu :
1.Di isnpirasi oleh yang punya visi
2.Di miliki oleh mereka yang punya keyakinan
3.Di laksanakan dengan ikhlas
4.Di meangkan berani
- menjadi manusia yang terbaik,dengan prinsip,nilai,dan keyakinan
- kehidupan: tindakan,hobi,nafsu,selera
- berilmu dan megajarkanya
- berharta dan dermawan
Tangga belajar :
1.Paham kebutuhan
2.Tekad
3.Motivasi
4.Prioritas
5.Strategi cara penerapan
6.Kendala
7.Efektifitas
Peralatan mengelola waktu
- Software
misi hidup,peran-pran
skala prioritas
kegiatan-AMBAK
komitmen,janji-janji
- Hardware
jam tangan,pewaktu,tanda-tanda,weker,agenda,organizer
-Management Waktu
time plan,action plan
perancang strategik
NWP - network planing
setelah itu pak Ali melakukan senam otak . asikk nya ..
hahah :D
setelah selesai kata kakak pendamping ada yang gak lulus Probinmaba sempet gak percaya tapi ternyata kita semua disuruh tunduk dan tutup mata dan nama-nama anak-anak yang gak lulus mulai di panggil ada 7 nama yang di panggil sudah sedih denger ada yang gak lulus ternyata 7 orang itu hanya di kerjain karena mereka ulang tahun di bulan Agustus ini..
bersyukur ternyata kami lulus semua..
kakak pendamping ternyata perhatian sama ade tingkatnya yang lagi ulang tahun..
slama mengikuti probinmaba ini banyak hal yang saya dapat selain menambah pengalaman,menumbuhkan rasa persaudaraan kemanusian,menumbuhkan kesadaran mahasiswa baru akan tanggung jawab akademik dan sosialnya..
yang jelas saya bersyukur bisa ikut Probinmaba di Poltekba yang menurut saya banyak manfaatnya untuk saya dan teman-teman
Definisi “Sukses”
Sukses Dunia dan Akhirat
* Sukses di dunia apabila suatu cita-cita yang di inginkan telah tercapai.
* Sukses akhirat apabila bisa bertemu dengan Allah SWT,dan dapat ampunan dari segala kesalahan yang pernah dibuat dan tinggal di surga.Seperti biasa, saya sharing tentang konsep bisnis berorientasi akhirat, dengan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama saat kita berusaha. Yaitu, bukan mengejar cita-cita duniawi yang pendek, seperti punya mobil, punya rumah, perusahaan besar, dan seterusnya. Ini cita-cita yang terlalu pendek. Kita naikkan cita-cita kita ke akhirat.
Jika selama ini, kita diajarkan sejak kecil untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit, maka sekalian saja naikkan cita-cita kita ke akhirat. Kenapa tidak?
Toh dengan bercita-cita akhirat, maka Allah Ta'ala akan membantu memudahkan urusan kita, akhirat dapat dan dunia pasti dapat. Sedangkan kalau cita-cita hanya dunia, maka khawatirnya kita hanya mendapat dunia, dan di akhirat kita menjadi orang yang rugi besar.
Allah Ta'ala berfirman,
مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ
“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat maka akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia maka akan Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.” (Qs. Asy-Syura: 20)
لْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
“Akan tetapi, kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Qs. Al-A’laa: 16--17)
Banyak yang bertanya kepada saya, "Bagaimana contoh bekerja dengan orientasi akhirat?"
Jawabannya banyak sekali: bekerja karena ingin menikah, karena ingin menafkahi keluarga, ingin membantu keluarga yang tidak mampu, ingin berhaji, ingin banyak bersedekah seperti si fulan, ingin membangun 100 rumah sakit Islam, ingin menyantuni satu juta anak yatim, dan seterusnya....
Ada kisah menarik di zaman tabiut tabi'in. Seorang ulama besar bernama Abdullah bin al-Mubarak, seorang ulama ahli hadits sekaligus seorang pedagang yang berhasil. Beliau rahimahullah ditanya oleh Fudhail bin Iyadh, "Engkau selalu mengajari kami untuk zuhud terhadap dunia, tetapi aku lihat engkau sibuk berdagang di pasar-pasar."
Abdullah bin al-Mubarak menjawab bahwa dia bersemangat berdagang karena ingin menanggung nafkah ulama-ulama ahli hadits, agar para ulama tersebut tetap fokus mengajar ilmu hadits dan tidak sibuk bekerja. Alasannya, kalau mereka sibuk bekerja, mereka tidak lagi memiliki waktu yang cukup untuk mengajarkan hadits." (Kisah itu disebutkan oleh Imam adz-Dzahabi dalam kitab Siyar A'alam an-Nubala', pada biografi Abdullah bin al-Mubarak)
Lihatlah betapa indahnya cita-cita ini, dan betapa Allah Ta'ala membuktikan janjinya. Beliau rahimahullah justru sukses dalam berdagang, menjadi pengusaha kaya, namun tetap zuhud terhadap dunia, yaitu tidak meletakkan dunia di hatinya. Dunia hanya sarana, bukan tujuan. Beliau mengerti hakikat kehidupan dunia yang fana, dunia hanya wasilah untuk kebahagiaan akhirat.
Contoh motivasi lain adalah seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (yang artinya), "Wajib atas setiap muslim untuk bersedekah." Dikatakan kepada beliau, "Bagaimana bila ia tidak mampu?" Beliau menjawab, "Ia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga ia menghasilkan kemanfaatan untuk dirinya sendiri dan (dengannya ia dapat) bersedekah." (Muttafaqun 'alaih)
Lihatlah, betapa motivasi untuk bekerja hanya karena ingin bersedekah, karena sedekah itu wajib. Sehingga, setelah para sahabat mendengar hadits ini, mereka langsung pergi ke pasar-pasar mencari kerja, meskipun sekadar menjadi kuli angkat barang di punggungnya, hanya untuk mendapatkan upah dan dengan upah itu mereka dapat bersedekah.
Banyak dalil yang menerangkan janji-janji Allah Ta'ala kepada orang-orang yang berorientasi akhirat, bahwa orang yang berorientasi akhirat akan sukses dunia dan akhiratnya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman, 'Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dadamu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan, dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia).'" (Hr. Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim)
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Barangsiapa yang menjadikan kegelisahan, kegundahan, cita-cita, dan tujuannya hanya satu, yaitu akhirat, maka Allah akan mencukupi semua keinginannya. Barangsiapa yang keinginan dan cita-citanya bercerai-berai kepada keadaan-keadaan dunia, materi duniawi, yang dipikirkan hanya itu saja, maka Allah tidak akan peduli di lembah mana dia binasa." (Hr. Ibnu Majah; sanadnya hasan)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, tujuannya akhirat, niatnya akhirat, cita-citanya akhirat, maka dia mendapatkan tiga perkara: Allah menjadikan kecukupan di hatinya, Allah mengumpulkan urusannya, dan dunia datang kepada dia dalam keadaan dunia itu hina. Barangsiapa yang obsesinya adalah dunia, tujuannya dunia, niatnya dunia, cita-citanya dunia, maka dia mendapatkan tiga perkara: Allah menjadikan kemelaratan ada di depan matanya, Allah mencerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak datang kecuali yang ditakdirkan untuk dia saja." (Hr. At-Tirmidzi dan lain-lain; hadits shahih)
Nah, masihkah kita ragu dengan janji-janji Allah Ta'ala di atas? Apakah itu cuma dongeng di siang bolong? Siapakah yang paling mampu menepati janjinya? Sungguh sayang, banyak dari kita yang masih ragu dengan janji-janji Allah Ta'ala, dan ikut yakin dengan pameo ini, "Zaman ini zaman edan, kalau tidak ikut arus, bagaimana kita bisa dapat rezeki?", atau "Yang haram saja susah, apalagi yang halal." Maka, jadilah suap-menyuap menjadi keseharian kita, tanpa ada lagi beban, tanpa merasa berdosa, berdusta saat jual-beli menjadi hal yang wajar, dan seterusnya....
Bagaimana mungkin karunia Allah Ta'ala, berupa rezeki, dapat diraih dengan maksiat? Mungkin rezeki itu akan didapat, tetapi rezeki itu tidak akan memiliki berkah. Justru, rezeki tersebut akan membawa petaka, istri dibawa lari orang, anak berzina, kita sendiri terkena penyakit strok dan merana seorang diri di rumah sakit jiwa. Akhir yang buruk, yang tidak satu pun dari kita menginginkannya.
Perhatikan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikut ini,
"Janganlah kamu merasa bahwa rezekimu datangnya terlambat, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rezeki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram." (Hr. Abdur Razaq, Ibnu Hibban, dan al-Hakim)
"Sesungguhnya, Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu, hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencarianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah, karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya." (Hr. Abu Dzar dan al-Hakim)
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dan carilah nafkah dengan cara yang baik, karena sesungguhnya seseorang sekali-kali tidak akan meninggal dunia sebelum rezekinya disempurnakan, sekalipun rezekinya terlambat (datang) kepadanya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan carilah rezeki dengan cara yang baik, ambillah yang halal dan tinggalkanlah yang haram." (Hadits shahih, Shahih Ibnu Majah no. 1743 dan Ibnu Majah II: 725 no. 214)
Hendaklah kita perhatikan hadits-hadits di atas. Kita diperintahkan untuk berusaha, bersungguh-sungguh, bekerja, memperbaiki mata pencarian, meninggalkan yang haram, dan kita diperintahkan untuk bertakwa. Rezeki yang ada di langit (dari Allah) bukan dicari dengan cara maksiat kepada-Nya. Namun, kita diperintahkan untuk bersungguh-sungguh bekerja, memperbaiki cara mencari rezeki, dan bertakwa.
Ada satu pengalaman pribadi yang menarik, sebagai pembuktian hadits-hadits di atas, yaitu bahwa seseorang tidak akan mati hingga seluruh rezekinya diterima. Kejadiannya terjadi pada ayah saya, yaitu setelah operasi jantung beliau mengalami komplikasi, dan sempat dirawat di ruang ICU selama 30 hari.
Beliau sempat berada dalam kondisi koma selama 2 minggu, setelah itu sadar dan meminta es krim. Dokter mengizinkan saya untuk memberikan es krim tersebut. Setelah habis dimakannya, beliau koma lagi selama dua hari, dan akhirnya meninggal dunia.
Kalau diilustrasikan secara sederhana dari kejadian ini, seolah-olah para malaikat menginventaris kembali rezeki yang harus diterima ayah saya, ternyata ada satu yang tertinggal, yaitu es krim. Maka, ayah saya dibangunkan, diberi es krim, kemudian nyawanya dicabut setelah seluruh rezekinya diterima. Benar sekali, seseorang tidak akan mati sebelum rezekinya dia terima dengan sempurna.
Kejadian ini membuat saya bertambah yakin dengan firman Allah Ta'ala dan sabda Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam di atas.
Masih ada lagi yang bertanya, "Untuk apa kita berusaha kalau rezeki sudah ditentukan?" Jangankan kita, para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bertanya hal yang sama.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, “Setiap kalian telah ditulis tempat duduknya di surga atau di neraka.” Maka ada seseorang dari suatu kaum yang berkata, “Kalau begitu, kami bersandar saja (tidak beramal, pent), wahai Rasulullah?”
Maka, beliau pun menjawab, “Jangan demikian. Beramallah kalian, karena setiap orang akan dimudahkan.” Kemudian, beliau membaca firman Allah, “Adapun orang-orang yang mau berderma dan bertakwa, serta membenarkan al-husna (surga), maka kami siapkan baginya jalan yang mudah.” (Qs. al-Lail: 5-7). (Hr. Bukhari dan Muslim)
Inilah nasihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kita, untuk tidak bertopang dagu, serta supaya senantiasa bersemangat dalam beramal dan tidak menjadikan takdir sebagai dalih untuk bermaksiat dan bermalas-malasan. Kita pasti akan dimudahkan menuju takdir kita, selama kita mengikuti firman Allah Ta'ala dalam surat al-Lail ayat 5 hingga 7 tersebut.
Terakhir, marilah kita renungkan firman Allah Ta'ala berikut ini,
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Qs. An-Nahl: 97)
Lihatlah, bahwa jika kita ingin hidup bahagia dengan mendapatkan semua kebaikan (karena ayat tersebut tidak membatasi kebaikan apa, maka ulama menerangkan bahwa yang dimaksud adalah semua kebaikan, baik rezeki, kebahagiaan, ketenangan jiwa, dan lain-lain), maka caranya adalah dengan beramal shalih, dalam keadaan beriman.
Bagaimana kita bisa beriman dan beramal shalih? Mari kita pelajari al-Quran dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan pemahaman yang benar. Insya Allah kita akan selamat.
